Kenyataan bahwa kita bukan yang terbaik adalah sebuah fase dimana kita hidup. Dan mekanisme pengakuan itu adalah pembuktian eksistensi. Maka dibutuhkan sejarah panjang dalam perjalanan liku-liku itu untuk membawa kepada sebuah kesadaran bahwa kita mampu. Dan keyakinan bahwa kita mampu saja itu belum cukup. Kadang yang kita butuhkan selanjutnya adalah kesempatan.
Namun yang kulakukan hari ini bukanlah pembuktian eksistensi namun sebuah kerja untuk menunjukkan sesuatu dengan cara yang diluar kebiasaan tentu saja. Mendobrak sesuatu yang nyaman tentu saja membutuhkan sebuah kejutan yang bisa jadi tidak diprediksi sebelumya. Semacam keterkejutan atas kondisi tidak ideal yang sudah terlanjur dianggap biasa
Dan berhasil !!! hahaha
Buat team kamar berita, still need help ?
segalanya butuh kejutan kawan…!!!
bahkan kejutan matahari tiap pagi akan membawa kita tersenyum selalu dari kelam yang membosankan.
By: attien on January 15, 2009
at 12:46 am
Met milad. sebagai perwakilan juga boleh. afwan telat 2 hari.
walau ga penting. no matter.
Oya, amanina insya allah jadi punya web baru.
By: Adis on January 16, 2009
at 6:15 am
Sepakat sama Miu.
By: niefha on January 17, 2009
at 7:09 am
memang memandang diri bukan yang terbaik akan memberikan, maaf, pembelaan diri macam ini. Hei saudaraku, bukankah manusia memiliki bayangan dalam dirinya. dia masih bisa menjadi pelukis sejarah. sejarah yang teramat besar. bahkan bukan ide-ide besar, karya-karya besar, ataupun sumbangsih besar pada dunia. bukan pada titik ini. maaf sedikit penuh kontradiksi dalam otakku. ia mengatakan padaku bahwa semua jenis manusia memiliki kesempatan menciptakan sejarah besar.
pertanyaan: apakah Dalimunte yang menciptakan sejarah, atau Laysa? buku Tere Liye berjudul Bidadari-bidadari surga
apakah Einstein yang menciptakan sejarah, atau ibundanya yang mengajari biola?
apakah Karl Marx yang menciptakan sejarah (dalam artian lain) ataukah bapaknya yang pindah agama yang menciptakan sejarah?
semua ini adalah misteri. namun intinya ternyata bisa dipatri. bahwa setiap manusia mampu menciptakan sejarah teramat besar dengan kerja kerja besar dan jenius seperti EINSTEIN, KARL MARX, BUNG TOMO, SOEKARNO, USTADZ HASAN, SAYID, DLL…. ataukah engkau ingin menjadi pemicu sejarah seperti : IBUNDA EINSTEIN, BAPAKNYA KARL MARX, ISTRI TERCINTANYA BUNG TOMO, SEORANG PETANI YANG DIAMATI SOEKARNO, 2 ORANG YANG TIDAK DIKENAL SAHABAT USTADZ HASAN, atau siapa… akh, tidak ada alasan untuk megatakan bahwa kita lebih rendah dari orang lain. wakakakaka ini pembelaan diriku je…
By: Airterang on January 17, 2009
at 8:00 am
bukan terbaik tapi hrs selalu melakukan yg trbaik, mgkn trlalu sering salah memposisikan jiwa shg melemahkan asa
By: wiwidia on January 18, 2009
at 3:33 am
ckckckck….hoaaah…
By: move-t on January 18, 2009
at 7:07 am
Makin susah dicerna.. Alot seperti daging ayam jago yang udah tua..
By: LexPhae on January 19, 2009
at 3:08 am
ya kah? dinikmati aja lah. habis milad ya boss… afwan nggak ma’rifat…
selamat selamat… selamat menikmati sisa umur. semoga barokah. hua… efisiensi waktu. begitulah. sepakat? dah lama ndak tahu kabarnya gmn. smoga silaturahm disini bisa mewakili. boleh kan?
apapun itu, jangan terlalu repot dengan diri sendiri. Aloh akan menjamin semua kok. kita hanya bisa melakukan apa yang menjadi sebab kita dapat melakukan yang terbaik. dan hasilnya, Alloh saja yang kasih dah. ok? begitulah kiranya… wallohu’alam.
By: attien on January 19, 2009
at 4:52 am
hmm… kata nya sany miladnya si bos tuh ga penting… klo katanya hapid, cukup do’akan saja dia, ato cukup dikasih makan…
yah… smoga bisa berpikir lebih baik lagi setelah dikasih makan… so ada yang mau ngajak si move-t makan2? ato mau diajak makan2 ma si fahri yang mungkin dapet dari emqinya? ah.. hafidz.. hafidz.. insyaAllah nanti sejarah antum tercatat juga… [tak bermaksud ngasih nsht, tapi bukankah harus saling mengingatkan dan menasehati? antm lbh paham...]
barakaLLah pid..
slamat meraih mimpi tertinggi antum saat ini *, lalu kaburkah atau.. melukis sejarah yang lain…
ah… mufti…
By: smartsholeha on January 19, 2009
at 6:35 am
btw… si omar kayaknya mulai melukis sejarah barunya… sukses…
By: smartsholeha on January 19, 2009
at 6:36 am
ya menciptkan sejarah baru untuk dunia barunya.btw milad ya, janji nawarin sarapan pagi dulu mash berlaku ni…dtnggu ya
By: wiwidia on January 20, 2009
at 2:48 am
Ultah po… aduh kasihan deh… Moef San Fah…. aduuhhh kok cepetan situ sich ultahnya…. he he h
By: umar on January 21, 2009
at 1:38 am
ultah ? sarapan ? cepat ? hoah…ngantuk saya ini.
By: dearsany a.k.a fachry on January 21, 2009
at 12:11 pm