Posted by: dearsany | December 15, 2008

DI/TII

baru dapat riwayat awal, walau dulu-dulunya pernah denger. tentang seorang bernama anwar, tentang seseorang yang mendarah daging kuat kepada bapak. Anwar kakekku. sebuah fakta sejarah mengatakan bahwa beliau adalah pejuang DI/TII (manteb ga tuh). Dan di buku keluarga yang super duper tebel itu, kalo ada anggota yang udah meninggal ya ditulis meninggal, tapi engga bua simbahku ini, tertulis “missing in action” wew mantab bener yakz. emang sampe sekaang jenazahnya belom di temuin, setelah bergerilya dengan DI/TII. kabar burung mengatakan sampai ke indramayu dan syahid disana. Wah wah wah…manteb kali. sayang seribu sayang, bapak pun belum sempat melihat wajah si eyang ini, karena keburu jihad (maaf pemerintah, ane bener-bener mengartikan DI/TII ini jihad).

Tak apalah, ini romantisme sejarah. Bukan untuk gedhe-gedhe bukan, tapi ditengah sangat mlempemnya semangat memerjuangkan risalahini di keluarga besar (untuk tidak mengatakan semuanya), cerita tadi kadang membangkitkan semangat gue (halah) untuk go fight la memperjuangkan ustadziatul ‘alam eh ati khilafah ? hehe au ah, yang penting mah tetep semangat, kakek lo aja me syahid masak bulletin ga terbit-terbit lo nangis muf muf, kesian amat

Hidup DI /TII lah

anak gue mau tak kasi nama anwar hehe siaaaap !!


Leave a response

Your response:

Categories