Posted by: dearsany | May 23, 2008

reposisi

Akhi…..
Aku ingin mereposisi diri ini
Marilah duduk sejenak dan melihat sejauh mana kita sudah berjalan

Akhi….
Berat rasanya ketika ruh itu mulai menjauh dan secara otomatis, dia menandakan ada ketidakberesan pada iman kita. Fitrah manusia dalam kebaikan, maka jika ia menyimpang akan ada bulir-bulir kegelisahan meski kau tutupi

Ah, mereposisi diri. Bukankah ini yang selalu aku lakukan ketika jenak-jenak kelelahan menutupi topeng mulai nampak. Maka segera segudang penyesalan dan sejuta rencana-rencana perbaikan mulai kita susun. Tapi ah manusia, selalu seperti itu. Ketika tiba-tiba kembali terjerembab dalam lubang yang sama lalu dalam fase tertentu kita mengalami ketersadaran kembali lalu terjerembab lalu tersadar, terjerembab, tersadar dan begitu anehnya kita menikmati saat-saat keterjerembaban kita hingga kadang waktu kesadaran itu tak lebih cepat dari kita menyantap sepotong tempe

Maka hari ini seperti hari-hari sebelumnya kesadaran untuk berubah lagi-lagi hadir dan entah ini kesadaran yang keberapa. Sebuah kesadaran untuk brhenti melakukan sesuatu dan mencanangkan perbaikan-perbaikan yang menakjubkan

Sudahlah, biarlah berjalan apa adanya. Biarlah diri ini menikmati kesadarannya meski sejenak. Biarlah dia berjalan begitu. Aku sudah letih untuk mengkritik diri sendiri, minimal untuk saat ini. Biarlah aku sebentar menghirup udara kesadaran , membuat rencana-rencana perbaikan (lagi) lalu selang beberapa hari kembali melakukan perbuatan hina, Ah biarlah seperti itu dulu

Akhi….
Bolehkan aku bertanya padamu ?
Lalu apa yang harus aku lakukan ?
Jika ini hanya berulang antara kesadaran perbaikan dan perbuatan hina, lalu apa yang harus aku lakukan ?
Jika ini hanya menyedot habis energiku dalam upaya perbaikanku, lalu apa yang harus aku lakukan ?

4 tahun adalah waktu yang tidak sebentar untuk memaknai 2 sisi kehidupan . 4 Tahun adalah waktu yang tidak sebentar untuk menutupi sebuah kenyataan

Maka seperti biasanya, kali ini aku akan mundur, berhenti, mengambil nafas, mengingat-ingat setiap kejadian dan mulai mempertanyakan pada nurani, apa sebenarnya hakikat hidup ini ?

Quarter ini aku mulai bosan, tak ada jawaban yang masuk. Walau aku mengerti aku aka menemukan jawaban di hat nurani. Benarkah ? bahkan kali ini aku mempertanyakan fitrah

Ah aku letih hari ini, aku mau tidur moga besok aku terbangun sudah mendapatkan diriku seperi sekarang


Leave a response

Your response:

Categories